Kamis, 18 Juli 2019

Demi Bertahan Hidup, Ibu Ini Jual Makanan Sisa dari Tempat Sampah

Walau pemerintah Filipina dipuji sebab perkembangan ekonomi dalam beberapa waktu paling akhir, tetapi kenyataannya ada banyak masyarakat Filipina yang hidup dibawah garis kemiskinan. Bahkan juga, mereka tidak dapat makan 3x satu hari.



Buat beberapa masyarakat miskin ini, mengais makanan tersisa dari tempat sampah restoran cepat saji, pasar, serta pembuangan sampah jadi hanya satu langkah bertahan dari kelaparan. Sisa-sisa nasi serta daging yang dibikin bersih, selanjutnya dibuat itu disebutkan dengan pagpag, yang dengan harfiah berarti 'makanan yang dibersihkan'.

Berjualan pagpag sudah jadi usaha memberikan keuntungan di daerah miskin di Manila. Misalnya, Mama Rosita, seseorang pemilik warung Pagpag. Belakangan ini ia share pada Asian Boss mengenai bagaimana dia berjualan makanan daur lagi itu sepanjang enam tahun.

"Kami menjualnya untuk bertahan hidup. Hasilnya ialah apa yang kami pakai untuk terus hidup. Ditambah, orang di sini membutuhkannya," tutur Rosita diambil situs NextShark.

Presenter Asian Boss, Joshua, bahkan juga coba mengonsumsi menu pagpag yang dibikin oleh Mama Rosita.

"Bila Anda tidak mempedulikan jika ini ialah tersisa makanan cepat saji, rasa-rasanya cukup enak. Tetapi tetap, tidak ada orang di dunia ini yang memiliki hak hidup dari makanan dalam tempat sampah kan? " katanya.

Pagpag jadi pendapatan penting dari Noberto Lucion, yang membuahkan 180 piso atau seputar Rp49.000 satu hari dari mendaur lagi makanan tersisa. Tiap hari sepanjang 12 tahun, bekas asisten juru masak restoran itu beli seember daging serta tulang ayam dari gerai makanan melalui penyuplai reguler pada harga seputar 30-70 piso per ember atau seputar Rp8.000-19.000.

Makanan pagpag meluas di tahun 2008 bersamaan dengan bertambahnya kemiskinan di Filipina yang menyebabkan kritis makanan besar. Makanan ini jadi benar-benar popular hingga dihubungkan dengan penurunan kejadian kelaparan di Filipina yang diketemukan lewat satu survey oleh Social Weather Stations di tahun 2015.

Bahkan juga, Wali Kota Manila Isko Moreno yang tumbuh di wilayah kotor, dahulu sudah pernah mengais makanan tersisa serta mengolahnya sendiri jadi pagpag. (tsy)

0 komentar:

Posting Komentar